Reaktor Biogas Bukan Hanya Penghasil Api.! Begini Menurut Pengamat Dan Pemerhati Lingkungan Herry Tj.
Reaktor Biogas Bukan Hanya Penghasil Api.! Begini Menurut Pengamat Dan Pemerhati Lingkungan Herry Tj.
Cianjur,- https//bewaracianjur.blogspot.com
Reaktor Biogas bukan sekedar api, mungkin itu kebanyakan pemahaman masyarakat, disisi lain reaktor biogas selain bermanfaat bisa menghasilkan gas, tapi juga segudang manfaat yang berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan di sekitar masyarakat.
Reaktor Biogas intinya
Membangun sistem pengelolaan sampah dan ekologi kawasan dari sumbernya, menurut Herry Tj, "Selama ini, sebagian besar masyarakat memahami reaktor biogas hanya sebagai alat penghasil gas untuk memasak. Fokus utamanya sering berhenti pada nyala api yang muncul dari hasil fermentasi limbah organik. Padahal, jika dipahami lebih dalam, Api hanyalah dari bagian kecil, bahkan dapat disebut sebagai “bonus” dari sebuah sistem besar yang sesungguhnya sedang dibangun," Terang Herry.
SUMBER LIMBAH SAMPAH DIHASILKAN DARI RUMAHAN, DAN BAGAIMANA CARA PENGOLAHANNYA.
"Yamg utama dari konsep reaktor biogas adalah membangun sistem pengelolaan sampah dan limbah dari sumbernya, yaitu rumah tangga dan kawasan tempat manusia hidup. Ketika sistem ini berjalan, maka yang terjadi bukan sekadar produksi energi alternatif, melainkan perubahan cara masyarakat memperlakukan limbah, lingkungan, dan sumber daya kehidupan."
Iapun menegaskan, "Masalah utama sampah yang selalu dipindahkan, hingga hari ini, pola pengelolaan sampah di banyak wilayah masih bertumpu pada pendekatan lama, yaitu!, kumpulkan, angkut, lalu buang."
" Dari sampah rumah tangga sebagai penghasil utama, limbah belum benar-benar menjadi bagian dari solusi, Akibatnya tempat pembuangan akhir terus penuh, sungai menjadi jalur sampah, dan pencemaran lingkungan semakin meluas," ucap Herry.
" Sampah organik yang seharusnya dapat kembali ke alam dengan baik, justru membusuk tanpa pengelolaan dalam proses itu, yang bisa menghasilkan gas, seperti Metana yang terlepas ke atmosfer dan berkontribusi terhadap perubahan iklim."
" Ironisnya, di saat yang sama sektor pertanian terus bergantung pada pupuk kimia yang mahal dan perlahan menurunkan kualitas tanah. Padahal, solusi terhadap persoalan tersebut sebenarnya berasal dari sumber masalah itu sendiri, limbah organik rumah tangga dan kawasan,"kata Herry.
Lebih lanjut Herry memaparkan, " Reaktor Biogas sebagai Sistem, Bukan Alat. Reaktor biogas seharusnya tidak dipandang sebagai alat penghasil gas semata, Ia adalah bagian dari sistem pengelolaan limbah terpadu. Seperti yang dihasilkan dari sistem berikut ini;...
● sampah organik rumah tangga,
● sisa makanan,
● limbah dapur,
● hingga limbah manusia,
diolah melalui proses fermentasi anaerob di dalam reaktor."
" Dari proses tersebut dihasilkan:
1. Gas untuk kebutuhan energi rumah tangga
2. Pupuk organik cair yang kaya unsur alami
Namun yang paling penting adalah perubahan sistem yang terjadi, pada akhirnya kawaasan membangun sistem pengelolaan sampah dan limbah:
● limbah tidak lagi dibuang sembarangan
● rumah tangga mulai bertanggung jawab terhadap sampahnya
● kawasan mulai memiliki sistem pengelolaan mandiri.
"Dengan kata lain, reaktor biogas membangun budaya mengelola, bukan budaya membuang.
Contoh Implementasi: SICC Cianjur
Konsep ini saat ini telah mulai diterapkan di Sekolah Islam Cendekia Cianjur sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah kawasan sekolah," papar Herry.
"Reaktor biogas di kawasan sekolah bukan berdiri sendiri, melainkan menjadi salah satu alat pelengkap dalam program waste management yang sedang dibangun. Limbah organik dari aktivitas harian sekolah mulai diarahkan untuk dikelola sebagai sumber energi dan pupuk, bukan lagi dianggap sebagai beban lingkungan."
" Pendekatan ini juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa dan lingkungan sekolah, bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga laboratorium hidup untuk membangun budaya ekologis generasi mendatang. Dampak Ekologi dan Lingkungan, Jika diterapkan secara luas, sistem ini akan memberikan dampak ekologis yang sangat besar," tukasnya.
Bagi Tanah, Pupuk organik hasil reaktor membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan mikroorganisme alami, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Bagi Air, Pengurangan limbah organik yang dibuang ke sungai akan membantu memperbaiki kualitas air dan menurunkan pencemaran kawasan.
Bagi Udara, Gas seperti Metana yang sebelumnya terlepas bebas ke atmosfer dapat ditangkap dan dimanfaatkan menjadi energi.
Bagi Pertanian, Petani memperoleh pupuk alami dengan biaya lebih rendah, sehingga ongkos produksi menurun dan keuntungan meningkat.

Komentar