Kolaborasi Sekolah, Desa, dan DLH Cianjur serta komunitas lingkungan cipanas, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan Pendidikan di Desa Sindanglaya.
Kolaborasi Sekolah, Desa, dan DLH Cianjur serta komunitas lingkungan cipanas, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan Pendidikan di Desa Sindanglaya.
Cianjur,- https// bewaracianjur.blohspot.com
Rabu, 21 Januari 2026 Pemerintah Desa Sindanglaya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, serta sekolah-sekolah, dan komunitas lingkungan menggelar pertemuan dan diskusi terkait pengelolaan sampah dan perilaku penyampah di kawasan sekolah Desa Sindanglaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Desa Sindanglaya pada pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 9 Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD), 3 Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di wilayah Desa Sindanglaya. Selain itu, hadir pula 5 orang perwakilan komunitas serta 5 orang, Bapak Wandi Hizzulyaman Kabid PSL LB3 dan Bapak Isep Ridwan S, Kepala UPTD pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup Kab Cianjur perwakilan dari DLH Kabupaten Cianjur, serta Bapak Misbahudin, M.Pd Koordinator pendidikan SD Kec. Cipanas juga Pengawas SD Cipanas.
Kepala Desa Sindanglaya, NK Sanusi, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan sampah desa, khususnya yang bersumber dari kawasan pendidikan.
"Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membentuk kebiasaan dan karakter peduli lingkungan sejak dini,"
Kegiatan ini diinisiasi oleh Komite Sub DAS Cikundul yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sindanglaya, dengan Herry Trijoko sebagai koordinator kegiatan sekaligus moderator diskusi. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai tantangan dan peluang pengelolaan sampah sekolah.
Dimulai dari perubahan perilaku warga sekolah hingga penguatan sistem pengelolaan dari sumbernya.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membangun pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi/pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan media.
Dalam upaya mewujudkan desa mandiri dalam pengelolaan sampah dan limbah. Didalam kesepakatan awal forum, kawasan sekolah ditetapkan sebagai titik masuk perubahan, dengan harapan nilai dan kebiasaan yang dibangun di sekolah dapat dibawa oleh peserta didik dan pendidik ke lingkungan rumah dan masyarakat.
Menurut keterangan dari Herry Trijoko,
"Melalui kegiatan ini, para pihak berharap terbangun langkah bersama yang berkelanjutan untuk menjadikan Desa Sindanglaya sebagai contoh pengelolaan sampah berbasis pendidikan dan partisipasi masyarakat," pungkasnya.
Muklis M.


Komentar