Diskusi MAPALA & SISPALA Cianjur Bahas Sebab–Akibat Bencana Lingkungan Cianjur, 25 januari 2026.
http://bewaracianjur.blogapot.com
Diskusi MAPALA & SISPALA Cianjur Bahas Sebab–Akibat Bencana Lingkungan
Cianjur, 25 januari 2026.
Cianjur,- https//bewaracianjur.blogspot.com
MAPALA dan SISPALA Cianjur menggelar diskusi santai namun mendalam mengenai sebab–akibat bencana lingkungan, dengan fokus pada peran manusia, yang secara tidak langsung membentuk risiko bencana sehari-hari.
Diskusi ini menekankan bahwa bencana bukan peristiwa yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari rangkaian tindakan kecil yang dilakukan berulang, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan tata guna lahan, sehingga sikap abai terhadap lingkungan sekitar.
Melalui dialog terbuka, peserta diajak bergerak dari sekadar-sadar menjadi kesadaran, hingga mencapai kesadartahuan—yakni keberanian untuk terus belajar, mengoreksi diri, dan bertanggung jawab atas pilihan-pilihan kecil yang berdampak besar.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran MAPALA dan SISPALA tidak hanya sebagai pencinta alam secara aktivitas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berpikir kritis, reflektif, dan konsisten dalam menjaga lingkungan.
Diskusi ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga jejak, membangun kebiasaan baik, dan menumbuhkan kesadaran lingkungan dari diri sendiri dan komunitas terdekat.
Menurut Herry Trijoko selaku narasumber dari SUB DAS Cikundul, juga pecinta alam dan lingkungan mengatakan, "Hari ini baru saja mendiskusikan akibat-akibat bencana juga bagaimana cara mengantisipasi menjaga alam agar dalam pengelolaan lingkungan tidak berdampak bencana-bencana kecil maupun bencana besar," kata Herry.
"Dan sebagai kesimpulan bahwa kitalah yang harus mempunyai kesadaran juga termasuk kewajiban, untuk sama-sama memelihara lingkungan kita, karena dari kita yang tidak sadar akan lingkungan, seperti dalam pengelolaan limbah atau tidak peduli dengan sampah, bisa membuat dampak bencana kecil, bahkan bisa membuat menjadi dampak bencana besar, contoh, asal buang sampah sembarangan, seperti di tebing-tebing akan bisa menimbulkan longsor, itu contoh bencana kecil, dan untuk bencana besarnya, dari bencana longsor tersebut bisa menyumbat arus sungai dengan cuaca curah hujan lebat, akhirnya ada penyumbatan dan tidak tertahan penyumbatan itu jebol akhirnya menjadi bah yang besar, menjadi banjir bandang yang bisa menghancurkan area pemukiman di bawahnya," ungkapnya.
" Dengan adanya diskusi ini dengan anak-anak Mapala dan sispala bergerak untuk bersama-sama sosialisasi kesadaran masyarakat dilingkunganya untuk saling menjaga alam sejak dini mungkin," tutup Herry.
Muklis M.


Komentar