Kerupuk Gurileum Mendominasi di Car Free Day Desa Gadog Kecamatan Pacet Dalam Minggu Ini.
Kerupuk Gurileum Mendominasi di Car Free Day Desa Gadog Kecamatan Pacet Dalam Minggu Ini.
https//bewaracianjur.blogspot.com
Kecamatan Pacet.
Kerupuk dengan warna-warni berstruktur bulat dan ada yang panjang bulat, ada yang rasa jengkol, dan rasa gurih saja, tidak lain ini kerupuk dari Cililin Bandung, yang sohor pada tempo dulu dengan nama Gurilem alias Gurih dan Peuleum, menurut bahasa Sunda.
Kerupuk Gurileum merupakan kerupuk yang di goreng tanpa minyak sayur, tapi dengan sistem disangrai dengan media pasir panas, dan sangat mirip dengan kerupuk melarat dari Cirebon, cuman bedanya kerupuk Cirebon dengan corak warna-warni dominasi warna merah putih kuning, dengan struktur kotak agak lebar, tapi kerupuk Gurileum cililin di dominasi warna putih hitam, dengan struktur bulat.
Kerupuk Gurileum yang disajikan dalam penawaran bumbu dadakan ini, ada beberapa variasi rasa seperti, rasa kacang, rasa cily oil, bawang dan serundeng kelapa, kerupuk cililin yang dulu sohor dengan kerupuk gurileum atau kerupuk melarat, merupakan makanan khas jawa barat, yang dulunya hanya untuk penukar barang rongsokan, sekarang kerupuk ini menjadi ikon di Car Free Day, mendominasi bagi para pengunjung, menjadi makanan cemilan yang di cari.
Menurut Yudi dan Buk AN, pedagang kerupuk Gurileum di CFD Gadog, "Alhamdulillah berkat adanya CFD di Kabupaten Cianjur ini, berawal coba-coba, ternyata diluar dugaan kami mendapatkan omset yang lumayan, yang tadinya saya hanya membawa lima bal di CFD Cianjur, sekarang sudah puluhan bal kerupuk habis dalam beberapa jam," ucapnya, pada Minggu pagi di CFD Gadog 18/5/2025.
"Dan sekarang kami coba di sini di CFD Gadog, ternyata Alhamdulillah disini kami juga di terima masyarakat, intinya ada naik level, yang dulu hanya untuk penukar barang rongsokan, sekarang masyarakat atau konsumen ngantri untuk membeli makanan ringan yang tradisional," ujarnya.
"Untuk omset kami di CFD Gadog ini hanya membawa 5 bal, dan per balnya sekitar 250rb, jadi kami mendapatkan omset 1.250,000 rupiah per satu Minggu sekali," imbuhnya.
Lanjut Yudi, "Dan mudah-mudahan hal ini tidak hanya untuk sementara, tapi untuk selamanya bahwa makanan khas jawa barat ini bisa terus menjadi ikon dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, dan juga meningkatkan perindustrian para pelaku UMKM yang ada di Indonesia, khususnya di jawa barat," tutupnya. *(Muklis M.


Komentar