Desa Sindanglaya Cipanas Cianjur, Mendapat Kunjungan APDESI Dari Kabupaten Solok Sumatera Barat.
Desa Sindanglaya Cipanas Cianjur, Mendapat Kunjungan APDESI Dari Kabupaten Solok Sumatera Barat.
CIANJUR, https//mediabewaracianjur.blogspot.com
Sebanyak dua Bus rombongan yang terdiri dari APDESI dan Sekdes se-kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sambangi Desa Sindanglaya dan Desa Cipanas Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada hari Senin (28/7/2024).
Rombongan yang dipimpin Asda I Kabupaten Solok Syahrial menyebutkan yang menjadi ketertarikan Pemkab Solok melihat progres administrasi desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas kemudian inovasi pengelolaan Bumdes.
Menurut Asda 1 Kabupaten Solok, ada beberapa hal inovasi yang dilakukan Sindanglaya yang mungkin akan diterapkan di Kabupaten Solok, diantaranya pemanfaatan sampah yang dikelola oleh Sindanglaya secara baik,
"Istilahnya Pak Kades Sindanglaya itu bukan memindahkan sampah tapi menjadi solusi penyelesaian sampah menjadi biogas, yang dapat bermanfaat dan meringankan masyarakat dalam beli gas," ujar Syahrial kepada wartawan, Senin, (29/7/2024) sore.
Setelah studi banding ini lanjut Asda 1, pihak Pemkab Solok nanti akan rapat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bagaimana inovasi Desa Sindanglaya bila diterapkan di desa-desa (Nagari) khususnya di kabupaten Solok.
Sementara di sana masih mengandalkan ke TPA yang keberadaannya mulai menggunung dan belum ada solusi yang lebih baik.
"Mudah-mudahan sistem pengelolaan sampah yang ada di Sindanglaya diharapkan menjadi solusi terbaik. Minimal bisa meminimalisir sampah di desa-desa," harap Syahrial
Di waktu yang sama, Ketua APDESI Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat Zofrawandi, menambahkan, "Dalam studi banding ke Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, yang diikuti sebanyak 65 Sekdes dari 74 Desa yang ada di Kabupaten Solok," ucapnya.
"Hasil pengetahuan dari studi banding ke Sindanglaya Kecamatan Cipanas ini bisa diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat desa yang di Kabupaten Solok," ujarnya.
"Kami sengaja membawa semua sekdes, untuk menambah ilmu bagaimana melayani pelayanan masyarakat, dengan metode digital, juga bagaimana dalam mengelola BUMDES, dan banyak lagi yang kami pelajari, yaitu dibidang ekonomi, infrastruktur, pertanian, juga lainnya," ulasnya.
"Selain iklim dan nuansa alamnya yang sama, dan juga suhunya pun sama, di kesuhuan dingin, untuk potensi wisata memang banyak di kabupaten Solok, tapi mungkin dengan adanya studi tiru ini akan lebih paham lagi dalam mengembangkan kewisataan," katanya.
Masih kata Zofrawandi, "Ya harapanya apa yang didapat dari studi tiru ini, apa yang tidak ada disana akan kami terapkan, dan kabupaten Solok lebih berkembang lagi dalam pelayanan masyarakat, segi perekonomianya, pariwisatanya, pertanianya juga lain-lainnya," pungkasnya. **(Muklis M)**

Komentar